About these ads

Heboh, ITS Bahas God Particle

Geger penemuan Partikel Tuhan (God Particle) menjadi perbincangan banyak kalangan. Apa gerangan hubungan partikel Tuhan dengan Tuhan? Mencoba menjawabnya, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya menghadirkan seminar setengah hari bertajuk “Partikel Tuhan dan Nasib Jagad Raya.”

Dua pakar fisika teori, Handoko dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan dosen Jurusan Fisika ITS Agus Purwanto, didapuk sebagai pembicara dalam acara tersebut. Beragam peserta mulai dari dosen, mahasiswa, hingga guru SMA tampak antusias mengikuti seminar itu. Agus mengungkap, Partikel Tuhan tidak berkaitan dengan Tuhan. ”Tidak ada hubungannya antara Tuhan dan Partikel Tuhan. Partikel Tuhan hanya sebutan untuk partikel dengan nama asli Higss Boson,” tandas Agus, seperti disitat dari ITS Online, Jumat (20/7/2012).

Penulis buku Ayat-Ayat Semesta ini menyebut, istilah Partikel Tuhan pertama kali muncul dari buku yang ditulis oleh peraih penghargaan nobel, Leon Lederman pada 1994. Leon menerbitkan buku yang berjudul God Particle: If The Universe Is The Answer, What Is The Question? Bahkan, menurut Handoko, penemuan sebuah partikel di dunia fisika adalah sesuatu yang biasa. ”Penemuan ini heboh karena namanya yang fenomenal, serta penelitiannya membutuhkan dana triliunan,” ungkap Handoko.

Jalan untuk menemukan partikel tersebut tergolong rumit. Setiap tahunnya, observasi Partikel Tuhan membutuhkan dana sekira USD10 triliun. Biaya sebesar itu diperlukan untuk pengoperasian sebuah alat yang bernama Large Hadron Collider (LHC). Alat tersebut berbentuk melingkar sepanjang 27 kilometer dan berada di bawah tanah di antara wilayah Swiss dan Perancis.

Meski hanya seberkas partikel, untuk mencari keberadaannya, ilmuwan harus merancang proses tumbukan antar partikel yang memiliki muatan berlawanan. Tumbukan tersebut membutuhkan energi sangat besar. ”Ibarat mematahkan tusuk gigi, semakin kecil ukuran tusuk gigi semakin besar pula energi yang dibutuhkan untuk mematahkannya. Begitu juga dengan Partikel Tuhan ini,” katanya menerangkan.

Partikel Tuhan atau Higss Boson, lanjut Handoko, diperoleh dari serpihan partikel hasil tumbukan tersebut. Namun sebenarnya, wujud Partikel Tuhan sendiri belum tampak. ”Penanda keberadaan Partikel Tuhan adalah jejak dari Higgs yang ada di proton,” paparnya.

Lantas, kenapa sebuah partikel memerlukan Partikel Tuhan atau Higgs Boson? Menurut Handoko, Higgs Boson merupakan partikel yang memberi massa kepada partikel lain. Tanpanya, sebuah partikel tidak akan memiliki massa. ”Namun sebenarnya, secara teori terdapat mekanisme lain dalam membentuk massa dan tidak harus menggunakan Higgs. Sayangnya alasan kenapa perbedaan mekanisme ini dapat terjadi masih belum terungkap,”‘imbuhnya. (Margaret Puspitarini, http://www.fisikanet.lipi.go.id/ )

Sumber : Okezone.com, 20 Juli 2012

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: