Advertisements

Sistem Bintang dengan Tiga Planet Bumi Super Ditemukan

Hanya ilustrasi. Kredit: NASA/JPL-Caltech

Info Astronomy – Sampai artikel ini diterbitkan, sudah ada kurang lebih 3.741 planet ekstrasurya di 2.794 bintang yang telah dikonfirmasi keberadaannya. Kini, jumlah koleksi planet asing tersebut bertambah setelah sekelompok astronom menemukan tiga planet baru mirip Bumi.

Sebagian besar penemuan planet-planet asing ini dilakukan oleh Teleskop Antariksa Kepler melalui metode transit. Yakni mencari kedipan pada cahaya bintang yang disebabkan oleh adanya planet yang sedang lewat di depannya dalam pandangan dari planet kita.

Termasuk penemuan terbaru ini, yang mana sekelompok astronom berhasil menemukan tiga planet bumi super yang mengorbit GJ 9827, sebuah bintang mirip Matahari yang terletak “hanya” 100 tahun cahaya (30 parsec) dari Bumi. [Read more…]

Advertisements

Menanti Gerhana Bulan Total 28 Juli 2018

Riza Miftah Muharram

 

Gerhana Bulan Total di langit atas InfoAstronomy HQ, Jakarta. Kredit: InfoAstronomy.org

Info Astronomy – Belum puas mengamati gerhana Bulan total 31 Januari 2018 kemarin? Tak perlu menunggu hingga bertahun-tahun, sebab sekitar lima bulan lagi, peristiwa gerhana Bulan total akan kembali terjadi dan bisa diamati di seluruh Indonesia.

Lalu, apa keistimewaan gerhana Bulan ini?

[Read more…]

Istimewanya Gerhana Bulan Total 31 Januari 2018

Riza Miftah Muharram

Gerhana Bulan total 2004. Kredit: Fred Espenak, MrEclipse.com

Info Astronomy – Kurang dari sebulan lagi, sebuah peristiwa gerhana Bulan total bakal teramati di langit seluruh penjuru Indonesia. Sudah siap menyambutnya?

Indonesia menjadi salah satu lokasi terbaik untuk mengamati peristiwa yang satu ini. Mulai dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Rote, semua masyarakat Indonesia berkesempatan untuk melihat peristiwa langka yang terjadi pada satu-satunya satelit alami milik Bumi kita ini.

Sekadar untuk mengingat kembali, gerhana Bulan total terjadi saat keseluruhan wajah Bulan tertutup oleh bayangan Bumi. Itu terjadi bila Bumi berada di antara Matahari dan Bulan pada satu garis lurus yang sama, sehingga sinar Matahari tidak dapat mencapai Bulan karena terhalangi oleh Bumi.

Dengan kata lain, gerhana Bulan total terjadi saat fase Bulan purnama. Tetapi, tidak setiap Bulan purnama akan terjadi gerhana Bulan tota. Hal ini disebabkan karena orbit Bulan miring 5 derajat saat mengelilingi Matahari.

Pada 31 Januari 2018 mendatang, bidang orbit Bulan berpotongan langsung dengan ekliptika Bumi, membuatnya akan masuk bayangan umbra Bumi sehingga Bulan akan tergerhanai dalam peristiwa gerhana Bulan total.

Menariknya, gerhana Bulan total 31 Januari 2018 ini memiliki banyak keistimewaan, lho! [Read more…]

Pengujian Relativitas Umum : Sudut Pandang Sejarah

Salah satu inspirasi tulisan ini adalah film yang dirilis pada tahun 2008, “Einstein and Eddington”. Banyak hal yang dapat dimaknai dari film tersebut, salah satunya adalah perjalanan panjang dalam membuktikan sebuah teori yang amat revolusioner—Teori Relativitas Umum. Selamat membaca.

Berawal dari Relativitas Khusus

Teori ini sebenarnya adalah perluasan dari teori relativitas khusus yang ia konstruksi pada tahun 1905. Teori Relativitas Khusus atau TRK tersaji utuh dalam paper yang berjudul “On the Electrodynamics of Moving Bodies”.  TRK ini memberikan gagasan baru mengenai cara pandang kita tentang ruang-waktu. Bahwa “waktu mutlak” (yang independen terhadap segala perilaku materi di jagat raya, seperti yang diidealkan Newton) tidaklah ada. Dan waktu justru menjadi satu koordinat yang tak terpisahkan dengan tiga koordinat ruang (dari geometri Euclid) dalam jagat raya, sehingga waktu menjadi relatif karena dipengaruhi oleh ruang, dan menciptakan entitas baru yang dinamakan “ruang-waktu” yang berdimensi-4.

Konsep revolusioner mengenai ruang-waktu itu tidak diperoleh Einstein dengan mengembangkan konsep matematika baru, melainkan dengan mengembangkan konsep ruang-waktu “kuno” melalui prosedur operasional. Konsep “kerangka Lorentz” yang ia kembangkan bersama-sama dengan postulatnya mengenai nilai kecepatan cahaya yang tak bergantung pada pemilihan kerangka inersial (Lorentz), merupakan dasar dari teori relativitasnya. [Read more…]

Tim Ilmuwan Menemukan Bagaimana Keteraturan Tercipta dari Pergerakan Acak Partikel dalam Kosmos

“Medan-medan ini membantu membentuk arus, dan kemungkinan berperan bersama gravitasi dalam mendukung pembentukan sistem tata surya, yang akhirnya dapat mengarah pada terbentuknya planet seperti bumi.”

Salah satu misteri yang tak terpecahkan dalam ilmu pengetahuan kontemporer adalah bagaimana struktur-struktur yang sangat terorganisir dapat muncul dari pergerakan partikel yang acak. Hal ini berlaku pada banyak situasi mulai dari objek-objek astrofisika yang membentang selama jutaan tahun cahaya hingga pada lahirnya kehidupan di bumi. [Read more…]

Es Ditemukan di Merkurius, Planet Terdekat Matahari

merkurius

Jaraknya paling dekat dengan Matahari, dengan suhu permukaan mencapai 427 derajat Celsius. Namun, ada hal tak terduga yang ditemukan Planet Merkurius: es.

Pesawat Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA), Messenger, berhasil menemukan permukaan luas es di planet tersebut. Mengkonfirmasi kecurigaan para ilmuwan selama beberapa dekade. [Read more…]

Astronom Indonesia Temukan Tata Surya Tertua

Johny Setiawan, astronom Indonesia, beserta astronom Eropa berhasil menemukan tata surya tertua. Dunia baru tersebut terdiri atas satu bintang yang dikelilingi oleh dua planet.

Tata surya tersebut dikatakan tertua karena berumur 12,8 miliar tahun, hanya 900 juta tahun lebih muda dari semesta yang tercipta lewat Big Bang pada 13,7 miliar tahun lalu. [Read more…]

%d bloggers like this: